Archive for February, 2010

Buku Anggaran

Judul : Anggaran Perusahaan
jenis : Ekonomi
Pengarang : Titiek Ambarwati dan M.Jihadi
Jumlah Halaman : 193
Kode Buku : MK.03.09.66
Tahun Terbit : 2003
Harga Awal : Rp.30.900
Harga Diskon : Rp.23.175
Bonus : -

Dalam buku ini ditunjukkan bahwa seluruh anggaran disusun saling berkaitan antara anggaran satu dengan anggaran yang lainnya, suatu anggaran disusun berdasarkan anggaran sebelumnya dan anggaran inipun digunakan sebagai anggaran untuk menyusun anggaran berikutnya. Penyusunan anggaran dimulai dengan penyusunan perkiraan penjualan secara statistic dengan mengunakan metrode trend linier maupun metode tren non linear dan menguji metode tersebut untuk memilih yang lebih cocok. Dari hasil ramalan penjualan tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun anggaran penjualan. Seluruh anggaran penjualan disusun dapat dipakai dasar penyusunan anggaran produksi, dari anggaran anggaran produksi dapat disusun anggaran kebutuhan bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja langsung, anggaran biaya tenaga kerja tidak langsung dimasukkan dalam anggaran biaya operasi pabrik. Berdasarkan Penyusunan anggaran di atas dapat digunakan sebagai dasar untuk memproyeksikan laba/ rugi.

Pembahasan Perbab:

BAB 1 PENDAHULUAN

-         Pengertian Budget

-         Kegunaan Anggaran bagi Manajemen Perusahaan

-         Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Budget

-         Hubungan Budget dengan Manajemen

-         Hubungan Budget dengan Akuntansi

-         Hubungan Budget dengan Statistika dan Matematika

-         Penggolongan Anggaran

-         Penyusunan Anggaran

-         Anggaran Strategis dan Anggaran Taktis

BAB 2 ANGGARAN SEBAGAI SUB SISTEM

-         Perusahaan sebagai Suatu Sistem

-         Anggaran Sub Sistem Perusahaan

-         Aliran Dana dalam Perusahaan

-         Siklus Perencanaan Koordinasi dan Pengendalian Dan Evaluasi

BAB 3 ANGGARAN INDUK

-         Apa itu Anggaran Produk

-         Kasus Perusahaan PT Mau Maju

BAB 4 RAMALAN PENJUALAN

-         Pentingnya Ramalan Penjualan Bagi Perusahaan

-         Cara-Cara Melakukan Ramlan

-         Metode Ramalan Penjualan

-         Model Ramalan Penjualan

-         Pengawasan Ramalan Penjualan

BAB 5 ANGGARAN PENJUALAN

-         Pengertian Anggaran Penjualan

-         Penyusunan Anggaran Penjaualan

-         Kasus PT Mau Maju

BAB 6 ANGGARAN PRODUKSI

-         Pentingnya Anggaran Produksi

-         Tujuan Penyusunan Anggaran Produksi

-         Formula Umum dalam Menentukan Besarnya Rencana Produksi

-         Faktor yang Mempengaruhi Anggaran produksi

-         Kebijakan Persediaan Produk Akhir

-         Kebijakan Produksi

BAB 7 ANGGARAN BAHAN BAKU

-         Pengertian Anggaran Bahan Baku

-         Anggaran Kebutuhan Bahan Baku

-         Anggaran Pembelian Bahan Baku

-         Anggaran Biaya Bahan Baku

-         Anggaran Persediaan Bahan Baku

BAB 8 ANGGARAN TENAGA KERJA

BAB 9 ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK

-         Penentuan Biaya Operasi Pabrik

-         Langkah-Langkah dalam Penyusunan Tarif Biaya Overhead Pabrik

-         Perencanaan Besarnya Anggaran Biaya Overhead Pabrik

-         Pengalokasian Biaya Overhead Pabrik

download (lengkap DOC atau PDF)

DZIKiR

Tata Cara Dzikir Setelah Sholat dari : Bukhori dan Muslim

Ditulis oleh Dewan Asatidz

Dzikir setelah sholat merupakan ibadah yang sangat disunnahkan dan salah satu kebiasaan Rasulullah s.a.w. Beliau juga melakukannya dengan suara keras. Dalam sahih Bukhari dan Muslim disebutkan pada Bab Dzikir setelah sholat dari Ibnu Abbas beliau berkata “sesungguhnya mengeraskan suara dengan dzikir ketika orang-orang usai melaksanakan sholat wajib merupakan kebiasaan yang berlaku pada zaman Rasulullah s.a.w.. Ibnu Abbas menambahkan, aku mengetahui bahwa mereka selesai sholat karena aku mendengarnya.
Riwayat lain dari Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas mengatakan:”Aku mengetahui selesainya sholat Rasulullah dengan takbir”.
Bagi imam ketika usai sholat disunnahkan membalikkan muka ke arah makmum. Demikian disebutkan riwayat sahih Bukhari dari Samurah bin Jundub:”Rasulullah s.aw. ketika selesai sholat beliau membalikkan mukanya ke arah kami”. Hadist serupa dari rawi-rawi lain juga diriwayatkan oleh imam Muslim dalam kitab sahihnya, Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Abu dawud dll.
Adapun bacaan-bacaan dzikir yang disunnahkan dibaca setelah sholat sesuai riwayat Bukhari dan Muslim adalah sbb.:
1.             سُبْحَانَ اللَّهِ x 33
2.             الْحَمْدُ لِلَّهِ x 33
3.             اللَّهُ أَكْبَرُ x 33

download lengkap Doc dan/atau PDF

Sholat tasbih

Tentang Shoal Tasbih disadur dari Ulin Niam Masruri

Kita sering mendengar yang namanya sholat tasbih, sebagian besar umat Islam sering melakukannya, karena merupakan salah satu sholat sunnah yang mana bisa dilakukan pada malam hari. maupun pada siang hari. Imam Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin mengatakan “Sholat tasbih ini adalah merupakan sholat yang pernah dilakukan oleh Rosululloh Saw, makanya kalau bisa alangkah baiknya bagi orang Islam untuk melakukannya minimal dalam seminggu sekali atau kalau tidak mampu mungkin dalam sebulan cukup sekali”.

Adapun tendensi hadis yang digunakan oleh ulama’ yang mengatakan bahwa sholat tasbih adalah sunnah berupa hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sholat bab sholat tasbih, Imam Turmuzi, Ibnu Majjah dalam kitab Iqoomah Assholah bab sholat tasbih, Ibnu Khuzaimah, Imam Baihaqi dalam bab sholat tasbih, Imam Thobroni dalam Mu’jam Alkabir dari Ibnu Abbas dan Abu Rofi’ bahwa dalam syarah hadis, Nabi telah menjelaskan kepada pamannya Abbas Bin Abdul Mutholib suatu amalan yang mana kalau dikerjakan oleh beliau dapat menyebabkan diampuni dosannya baik yang akan datang maupun yang telah lewat, salah satu amalan tersebut adalah sholat tasbih.

Adapun pakar hadis dalam menganalisa hadis ini melalui jalur sanad maupun matan terjadi perbedaan, diantara ulama’ ada yang mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih, ada lagi yang mengatakan bahwa hadis ini adalah lemah, bahkan ada juga yang mengatakan bahwa hadis ini sampai kederajad maudlu’.

a. Di antara pakar hadis yang mengatakan bahwa hadis ini shohih adalah Imam Muslim, Ibnu Khuzaimah, Imam Hakim, Ibnu Sholah, Alkhotib Albaghdadi, Al Munzhiri, Imam Suyuti, Abu Musa Almadini, Abu Said Al Sam’ani, Imam Nawawi, Abu Hasan Almaqdasi, Imam Subuki, Ibnu Hajar Al Asqolany, Ibnu Hajar Al Haitamy, Syekh Albani, Syekh Syuab Al Arnauth, Ahmad Syakir dan masih banyak lagi ulama’ yang lain.

Imam Hakim mengatakan bahwa yang menjadikan standar hadis tentang sholat tasbih shohih adalah terbiasa dikerjakan mulai para Tabiit Tabi’in sampai zaman sekarang .

Imam Daruqutni mengatakan hadis yang paling shohih dalam keutamaan surat adalah hadis yang menjelaskan keutamaan surat Al Ikhlas dan hadis yang paling shohih dalam keutamaan sholat adalah hadis yang menjelaskan tentang sholat tasbih.

Demikian juga Syekh Muhammad Mubarokfuri mengatakan bahwa hadis yang menjelaskan tentang sholat tasbih tidak sampai turun pada derajat hadis hasan.

b. Sedangkan pakar hadis yang mengatakan bahwa hadis ini dhoif adalah Imam Ahmad Bin Hambal, Imam Mizzi, Syekh Ibnu Taimiyah, Ibnu Qudamah dan Imam Syaukani, sehingga dalam madzhab Hambali dijelaskan bahwa barang siapa yang melakukan sholat tasbih hukumnya adalah makruh akan tetapi seandainya ada orang yang melaksanakan sholat tersebut tidak apa-apa, karena perbuatan yang sunnah tidak harus dengan menggunakan dalil hadis yang shohih, namun pada akhirnya Imam Ahmad menarik fatwanya dengan mengatakan bahwa sholat tasbih adalah merupakan sesuatu amalan yang sunnah.

c. Adapun pernyataan Imam Ibnu Jauzi yang memasukkan hadis ini dalam kategori hadis maudlu’ mendapat banyak kritikan dari pakar hadis, mereka menganggap bahwa Ibnu Jauzi terlalu mempermudah dalam menghukumi suatu hadis sehingga hukum hadis yang sebetulnya shohih ataupun hasan kalau tidak sesuai dengan syarat yang beliau tetapkan langsung dilempar dalam hukum maudlu’.

Dari kajiaan sanad yang telah dilakukan oleh pakar hadis dapat disimpulkan bahwa hadis ini adalah hasan atau shohih karena banyaknya jalan periwayatan dan tidak adanya cacat, adapun yang mengatakan bahwa hadis ini adalah dloif karena hanya melihat satu jalan periwayatan saja dan tidak menggabungkan jalan periwayatan yang satu dengan yang lain, adapun pendapat Ibnu Jauzi tidak bersandarkan pada dalil yang kuat sehingga lemah untuk bisa diterima sebagai sandaran hukum.

Adapun cara kita melakukan sholat tasbih sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab fikih ada dua cara, yaitu sebagaimana berikut:

download lengkap pdf Tentang_Shalat_Tasbih

kunjungi http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/mozaik-fiqih/1212-dzikir-setelah-sholat-dan-tata-caranya-dari-sahih-bukhari-muslim