TEORI ANTRIAN

Pada saat ini banyak setiap usaha atau bisnis dan sistem ekonomi yang beroperasi dengan menggunakan sumber daya yang relatif terbatas. Sering terjadi orang, barang, mesin, dan komponen-komponen kerja harus mengalami menunggu untuk mendapatkan jasa pelayanan. Kondisi tersebutlah yang sering disebut antrian (queues), antrian tersebut berkembang karena fasilitas pelayanan yang relatif mahal untuk memenuhi permintaan pelayanan dan sangat terbatas. Sebagai contoh seperti orang yang lama menunggu giliran untuk dilayani saat membeli makan di warung makanan karena pelayan warung tersebut mendahulukan orang lain yang lebih dulu datang membeli. Kemudian saat barang menunggu diangkut atau diantar karena media pengantarnya seperti truk terbatas dalam unit atau jumlah muatan maksimal truk tersebut, dan juga saat mesin menunggu dioperasikan karena menunggu bahan yang sedang dioperasikan oleh mesin lain. Ada tiga komponen dalam sistim antrian yaitu kedatangan populasi yang akan dilayani(calling population), antrian, dan fasilitas pelayanan. masing-masing komponen dalam sistim antrian tersebut mempunyai karakteristik sendiri-sendiri.

Tujuan dari teori antrian dasarnya yaitu untuk meminimumkan total dua biaya, yaitu biaya langsung penyediaan fasilitas pelayanan dan biaya tidak langsung yang timbul karena para individu harus menunggu untuk dilayani. Jadi teori antrian dapat meminimumkan biaya langsung yaitu biaya penyediaan fasilitas pelayanan seperti sumber daya yang diperlukan pada dunia usaha yang dijalani. Teori antrian juga dapat meminimumkan biaya tidak langsung yaitu yang timbul karena para individu harus menunggu saat dilayani seperti jika suatu system mempunyai fasilitas pelayanan yang lebih dari cukup maka tidak akan individu tertunda dalam pelayanan.