PERUMUSAN MASALAH

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah hasil analisa menggunakan CPM/PERT dan EVA menghasilkan nilai yang sama?
  2. Apabila tidak sama, bagaimana perbedaan kedua metode analisa tersebut

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Proyek

Proyek adalah kombinasi dari sumberdaya manusia dan non-manusia yang secara bersama-sama ditempatkan dalam organisasi sementara untuk mencapai tujuan tertentu. Proyek merupakan kegiatan dan tugas terencana yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :

– Mempunyai tujuan tertentu yang harus diselesaikan dalam kriteria tertentu

– Mempunyai keterbatasan pendanaan / anggaran

– Menggunakan sumber daya dalam pelaksanaannya ( misal : uang, tenaga kerja manusia, peralatan, dan lain sebagainya)

– Mempunyai organisasi temporer baik formal maupun non formal

– Mempunyai keterbatasan waktu yang jelas antar permulaan dan akhir proyek.

Secara umum terdapat 3 (tiga) indikator yang menunjukkan keberhasilan suatu proyek (Suharto, Iman, 1997), yaitu :

  1. On time (tepat waktu), yaitu ketepatan waktu penyelesaian proyek sesuai dengan yang dijadwalkan.
  2. On specification (tepat spesifikasi / kualitas), dari spesifikasi yang telah ditentukan, pemilik proyek menginginkan mutu pekerjaan yang bagus.
  3. On budget (tepat anggaran / biaya)

Sejalan dengan semakin besarnya tuntutan konsumen saat ini, ukuran sukses tidaknya proyek tidak hanya dapat dilihat dari ketiga kriteria diatas, tapi juga meliputi penyelesaian proyek yang :

  1. Dalam batas waktu yang ditentukan.
  2. Dalam dana yang dianggarkan pada spesifikasi atau prestasi yang ditentukan.
  3. Diterima oleh konsumen atau pemakai.
  4. Dengan perubahan minimum dari perjanjian.
  5. Tanpa mengganggu alur kerja utama organisasi.
  6. Tanpa mengubah kultur perusahaan.

Tiga unsur terakhir berkaitan dengan pelaksanaan proyek yang meleset dari cakupan proyek yang seharusnya. Karena kompleksnya tugas, pentingnya proyek dan tingkat pengambilan keputusan dalam menangani suatu proyek diperlukan adanya manajemen proyek. Definisi manajemen proyek adalah aplikasi pengetahuan, ketrampilan, alat, dan teknik dalam aktifitas proyek untuk memenuhi atau melebihi kebutuhan dan harapan stakeholder dari suatu proyek. (Project Management Institute, 1996). Yang berupa proses perencanaan, pengaturan, pengarahan dan pengawasan sumber daya perusahaan dalam waktu yang relatif singkat yang ditentukan untuk memenuhi tujuan dan hasil spesifik (Kezner, Harold, 1995).

Work Breakdown Structure

WBS merupakan elemen penting, karena memberikan kerangka yang membantu, antara lain dalam :

– Penggambaran program sebagai ringkasan dari bagian-bagian yang kecil

– Pembuatan perencanaan proyek

– Pembuatan network dan perencanaan pengawasan

– Pembagian tanggung jawab

– Penggunaan WBS ini memungkinkan bagian-bagian proyek terdefinisi dengan jelas

Jaringan

Karena kompleksitas pekerjaan, unsur perencanaan memegang peranan yang semakin penting. Banyak kegiatan dapat dikatakan sebagai suatu proyek, yang berarti bahwa mempunyai tujuan tertentu dan usaha untuk mencapainya dibatasi oleh waktu dan sumberdaya tertentu. Perencanaan yang sistematis menimbulkan kepercayaan dalam penyelesaian proyek. Salah satu cakupan dalam perencanaan tersebut adalah masalah penjadwalan atau schedulling proyek. Dalam hal ini peran analisis network dapat membantu. Dalam analisis network dikenal dua metode, yaitu CPM dan PERT.

Critical Path Method Pada tahun 1956 Morgan Walker dari DuPont Company, mencari cara yang lebih baik dalam penggunaan komputer Univac milik perusahaan, kerjasamanya dengan James E. Kelly dari group perencana konstruksi internal Remington Rand dalam menggunakan komputer Univac untuk melakukan penjadwalan konstruksi menghasilkan metode yang rasional, tertib, dan mudah untuk menggambarkan proyek dalam komputer.

Program Evaluation and Review Technique (PERT) Teknik PERT menekankan pada pengurangan penundaan produksi maupun rintangan berupa konflik-konflik, mengkoordinasikan dan menyelaraskan berbagai bagian sebagai suatu keseluruhan pekerjaan, dan mempercepat penyelesaian proyek. Teknik ini memungkinkan dihasilkannya pekerjaan yang terawasi dan teratur.

Kedua metode diatas pada saat ini digunakan secara bersama sehingga dikenal dengan metode CPM / PERT. data yang diperlukan untuk menyusun analisis network meliputi:

  1. Jenis – jenis pekerjaan / aktifitas.
  2. Waktu penyelesaian yang diperlukan untuk tiap – tiap pekerjaan tersebut.
  3. Urutan pekerjaan.
    1. Biaya tiap – tiap kegiatan baik normal maupun percepatan.

Earned Value Analysis

Earned Value Analysis dihitung dengan cara mengkalikan biaya yang dianggarkan per pekerjaan dengan persentase penyelesaian dari pekerjaan dan menjumlahkan hasil dari semua pekerjaan dalam proyek. Proses ini lebih sulit daripada yang dibayangkan. Persentase aktual dari anggaran suatu aktivitas pada suatu saat tertentu, secara umum, bukan merupakan indikator persentase penyelesaian aktivitas tersebut. Contohnya, biaya terbesar dari suatu pekerjaan adalah pengadaan alat, suatu biaya yang terjadi sebelum adanya kemajuan dalam pekerjaan tersebut. Atau mungkin biaya terbesar akan dibebankan pada saat pekerjaan selesai. Untuk pengetahuan kita bersama, tidak ada cara yang sempurna untuk mengukur secara tepat persentase penyelesaian suatu pekerjaan, yang digunakan untuk mengukur persentase penyelesaian proyek secara keseluruhan. (Mantel, Meredith, Shafer, and Sutton, 2001).

Elemen dasar yang dibutuhkan untuk Earned Value Analysis:

  • Budget At Completion (BAC). Total biaya proyek yang dianggarkan.
  • Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS). Nilai anggaran dari pekerjaan seharusnya diselesaikan berdasarkan skedul dalam suatu titik dalam proyek.
  • Budgeted Cost of Work Performed (BCWP). Nilai anggaran dari pekerjaan yang telah benar-benar diselesaikan pada titik tertentu pada proyek.
  • Actual Cost of Work Performed (ACWP). Jumlah pengeluaran nyata dari pekerjaan nyata yang telah diselesaikan pada titik tertentu pada proyek.

Perhitungan value analysis:

  • Schedule Variance
  • Schedule Performance Index
  • Projection at Completion
  • Cost Variance
  • Cost Performance Index
  • Estimate at Completion

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Tujuan Penelitian

Dari perumusan masalah yang telah disebutkan di bagian sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Mengevaluasi efisiensi penggunaan analisa CPM / PERT dan EVA dalam proyek konstruksi.
  2. Membandingkan hasil penggunaan analisa CPM / PERT dan EVA dalam proyek konstruksi bila digunakan dalam satu proyek yang sama

Manfaat Penelitian

1. Memberikan masukan bagi peneliti lain yang mempunyai minat yang sama, yaitu meneliti tentang manajemen proyek, dan perkembangan proyek konstruksi.

2. Memberikan masukan bagi penyelenggara jasa konstruksi agar mengetahui cara menjalankan proyek secara lebih efisien (on time, on budget, on schedule, on specification).

METODE PENELITIAN

Metode pengumpulan data

Data yang diperlukan dalam melakukan penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data primer diambil dari proses pelaksanaan 2 buah proyek konstruksi, yang berupa jenis pekerjaan / aktifitas, urutan aktifitas, waktu yang diperlukan, dan buku laporan harian pelaksanaan proyek. Data sekunder diperoleh dengan melakukan studi pustaka untuk menggali landasan teori yang berhubungan dengan masalah penelitian. Informasi – informasi yang dibutuhkan diharapkan didapat dari jurnal, atikel, literatur serta bacaan lainnya.

Metode analisa data

  1. Analisa Kuantitatif

Mengevaluasi pelaksanaan proyek dilakukan dengan analisa Earned Value Analysis dan menganalisa jejaring proyek dengan software Ms Project untuk mengetahui efisiensi pengerjaan proyek.

  1. Analisa Kualitatif

Membandingkan hasil yang didapat dengan realita yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam menjalankan proyek.

Proses Pembahasan Masalah

Proses pembahasan masalah ini menggunakan software Ms Project 2003. Hasil pengolahan data menggunakan software tersebut digunakan dalam evaluasi jejaring proyek yang akan dilakukan dengan cara membandingkannya dengan pelaksanaan proyek yang telah terjadi. Analisa EVA dilakukan dengan cara penghitungan yang dibantu dengan software Microsoft Excel, analisa tersebut menghasilkan gambaran performa pengerjaan proyek. Pada tahap evaluasi penggunaan analisa, diperbandingkan nilai efisiensi yang bisa dilakukan dengan menggunakan analisa CPM / PERT dan EVA dengan nilai pengeluaran kita untuk melaksanakan analisa tersebut.

Gambar 1. Diagram Pelaporan Proyek

Dari bagan pelaporan proyek kepada pemilik proyek dapat diketahui bahwa hasil laporan dapat dihasilkan 2 bentuk hasil pelaporan, yaitu laporan berdasarkan analisa biaya (EVA) dan laporan berdasarkan analisa jejaring kerja dan waktu (CPM/PERT), oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi perbandingan dari kedua hasil analisa tersebut, dan diperkirakan implikasi dari hasil evaluasi tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari pengolahan data kedua proyek konstruksi yang dievaluasi menggunakan metode CPM/PERT dan EVA menghasilkan nilai sebagai berikut:

Table 1. Nilai Biaya dan Waktu Pekerjaan Setelah Dikelompokkan

Gedung X Gedung Y
Task Cost Duration Cost Duration
Pekerjaan Persiapan 2.35 9.09 1.58 7.04
Pekerjaan Struktur 72.82 48.00 68.04 36.39
Pekerjaan Detail 9.64 14.91 13.43 29.00
Pekerjaan Listrik 3.65 8.73 4.38 8.67
Pekerjaan Saluran Air 1.65 8.00 3.43 9.76
Pekerjaan non Standard 9.89 11.27 9.13 9.14

Hasil evaluasi menggunakan metode CPM/PERT dan EVA setelah dikelompokkan berdasarkan bentuk pekerjaannya menghasilkan perbandingan seperti di tabel 3. Interpretasi dari hasil perhitungan tersebut adalah:

– Pekerjaan persiapan, banyak menggunakan tenaga kerja, perbandingan waktu lebih besar

– Pekerjaan Struktur, banyak menggunakan teknologi, perbandingan biaya lebih besar

– Pekerjaan Detail, banyak menggunakan tenaga kerja, perbandingan waktu lebih besar

– Pekerjaan Listrik, banyak menggunakan tenaga kerja, perbandingan waktu lebih besar

– Pekerjaan Saluran Air, banyak menggunakan tenaga kerja, perbandingan waktu lebih besar

– Pekerjaan non Standard, seimbang antara tenaga kerja dan teknologi, perbandingan waktu seimbang

Kedua proyek mempunyai tipikal yang sama, pekerjaan yang lebih banyak menggunakan tenaga kerja manusia (labor intensive) akan mempunyai perbandingan penggunaan waktu yang lebih besar daripada perbandingan biayanya. Sedangkan pekerjaan yang lebih banyak menggunakan teknologi (peralatan, alat bantu, dll) akan mempunyai perbandingan biaya lebih besar daripada perbandingan penggunaan waktunya.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa pekerjaan struktur yang menurut perhitungan biaya merupakan pekerjaan utama dengan prosentase paling banyak dalam suatu proyek dapat dilakukan dalam waktu cepat, sedangkan pekerjaan yang lainnya mempunyai prosentase lebih kecil tapi waktu yang digunakan lebih banyak, hal ini disebabkan karena pekerjaan struktur adalah pekerjaan yang dilakukan dengan technology intensive, sedangkan pekerjaan yang lainnya dilakukan dengan labor intensive. Perbedaan hasil ini dapat membingungkan pemilik proyek yang tidak memahami tentang pekerjaan suatu proyek, karena biasanya pemilik proyek lebih suka mendapatkan laporan yang didasarkan pada biaya, sehingga ketika proyek berada pada pekerjaan struktur, pemilik proyek mendapatkan laporan kemajuan proyek yang sangat pesat, akan tetapi setelah pekerjaan struktur selesai, pemilik proyek akan merasa proyeknya mengalami perlambatan tingkat kemajuan.

Saran

Pemilik proyek memiliki tugas yang rumit dari tahap merencanakan proyek, pemilihan konsultan, kontraktor, sampai dengan pengontrolan pekerjaan proyek dan pembayaran. Pada tahap pembayaran, didasarkan pada pelaporan proyek dari manajer proyek, sedangkan seperti pada bagan bentuk pelaporan proyek terdapat dua bentuk laporan yang ada, hal ini akan menimbulkan bias terhadap laporan yang diterima oleh pemilik proyek dan juga akan memberikan celah bagi kontraktor yang akan berbuat curang dengan menggunakan kedua jenis laporan tersebut yang bisa membingungkan pemilik proyek.

Untuk membuat suatu bentuk pelaporan yang terkonsolidasi dan menghasilkan satu laporan dengan dua dimensi tercakup didalamnya, maka sebaiknya dilakukan tahapan sebagai berikut:

Gambar 4. Pelaporan Dengan Dua Dimensi Analisa

Pada tahapan tersebut kedua sistem evaluasi proyek digabungkan dengan cara melakukan riset untuk mendapatkan suatu nilai koefisien (task weight) perbedaan dari kedua sistem evaluasi, yang bila dimasukkan dalam model perhitungannya akan menghasilkan satu nilai yang dapat menggabungkan hasil dari kedua evaluasi tersebut. Dari hasil penggabungan kedua hasil evaluasi tersebut maka akan didapatkan satu hasil evaluasi yang mencakup dua dimensi penting dalam pelaporan proyek, sehingga didapatkan suatu bentuk laporan proyek yang telah mencakup kedua dimensi tersebut dalam satu laporan (weighted report).

DAFTAR PUSTAKA

Anthony, Robert N., and Vijay Govindarajan. Management Control Systems 10th Ed. New York: McGraw-Hill, 2001.

Chan, Albert P.C., and Ada P.L. Chan. “Key Performance Indicators for Measuring Construction Success.” Benchmarking (Emerald Group Publishing Limited) 11 (2004): 203-221.

Cleland, David, and William King. Management Hand Book. New York: Van Nostrand Reinhold, 1988.

Field, Mike, and Laurie Keller. Project Management. London: International Thomson Business Press, 1998.

Harrington, H James, Daryl R Conner, and Nicholas L Horney. Project Change Management. New York: McGraw-Hill, 2000.

Heizer, Jay, and Barry Render. Operations Management, 6th Ed. New Jersey: Prentice Hall, 2001.

Henstra, G. “netwerkplanning.” bdk. 1998. http://www.bdk.rug.nl/medewerkers/g.henstra/ rdm/syllabus/netwerkplanning.html (accessed February 9, 2007).

Mantel Jr., Samuel J., Jack R. Meredith, Scott M. Shafer, and Margaret M. Sutton. Project Management In Practice. New York: John Wiley & Sons, Inc., 2001.

Neap, Halil Shevket, and Seran Aysal. “Owner’s Factor in Value-Based Project Management in Construction.” Journal of Business Ethics (Springerlink) 50 (March 2004).

PMI. A Guide to The Project Management Body Of Knowledge. Upper Derby: PMI, 1996.

Reksohadiprodjo, Soekanto. Management Proyek. Yogyakarta: BPFE, 1987.

Render, Barry, and Jr, Ralph M Stair. Quantitative Analysis for Management. 2. Massachusetts: Allyn and Bacon, Inc., 1985.

Robbins, Coulter. Management, 6th ed. New Jersey: Prentice Hall, 1996.

Smith, Jim, and Peter E.D. Love. “Adapting to Clients’ Needs in Construction – a dialogue.” Facilities (MCB University Press) 19 (2001): 71-78.

Wahyujati, Ajie. Construction Project Evaluation of The Faculty of Pharmacy Gadjah Mada University Unit 4 Building. Thesis, Department of Economics, Gadjah Mada University, Yogyakarta: Gadjah Mada University, 2004.

Wahyujati, Ajie. Evaluasi Proyek Pembangunan Gedung II Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada. Thesis, Faculty of Economics, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2000.

Yang, Jyh-Bin, and Sheng-Chi Peng. “Development of a Customer Satisfaction Evaluation Model for Construction Project Management.” Building and Environment (Elsevier) 43 (July 2006): 458-468.

Download :Network Planning Lanjutan jihadi