Saya akan memulai artikel perencanaan keuangan dalam masa produktif ini dengan sebuah cerita dimana saya bertemu dengan orang yang mengatakan bahwa saudaranya ada yang sudah tidak bekerja lagi padahal jelas masih dalam range masa produktif. Lo saya tanya kenapa? apa saudaramu sudah benar-benar financial freedom atau memang tidak dapat pekerjaan karena ketatnya persaingan kerja saat ini. Cerita selanjutnya terlalu panjang untuk dibicarakan di sini tapi pendek kata saya mau bercerita bahwa banyak orang yang tidak bekerja lagi padahal mereka masih pada masa produktif. Hal ini jelas  sangat berpengaruh sekali terhadap perencanaan keuangan.
Kenapa masa produktif itu sangat berharga, karena masa produktif adalah masa dimana kita masih bisa bekerja dan mengumpulkan aset investasi melalui keringat kerja kita.  Umumnya di Indonesia memakai patokan minimal sampai umur 55 tahun walaupun kita tahu masih banyak orang yang bekerja sampai usia sangat lanjut bahkan sampai umur 70 tahunan walaupun dengan dasar motivasi yang beraneka ragam.  Taruhlah kita anggap masa produktif mulai usia 23 tahun yang artinya kita punya waktu 32 tahun untuk berjuang demi masa pensiun kita.  Jangan sia siakan masa ini karena apabila kita tidak merancangnya dengan baiknya, maka sudah pasti kita akan menyesal justru pada masa pensiun kita sendiri. Perencanaan keuangan yang matang akan membantu anda melewati masa masa ini dengan gemilang yang pada akhirnya mencapai masa pensiun yang membahagiakan.
Ingat umur kita tidak pernah tahu, kalo asumsinya masa pensiun kita sama denga masa produktif kita maka kita akan hidup sampai 80 tahun. Cukupkah dana pensiun dan aset investasi kita membiayai hidup kita sampai umur tersebut. Perencanaan Keuangan yang matang akan memastikan bahwa anda tidak akan hidup menderita secara ekonomi di kemudian hari khususnya pada masa pensiun anda.

Download lengkap Pendahuluan