Aturan Investasi di Longgarkan, Genjot Modal Asing ke Indonesia

Revisi DNI Tuntas(www.jawapos.com)

JAKARTA – Pembahasan daftar negatif investasi (DNI) akhirnya tuntas. Secara umum, aturan untuk investasi asing dilonggarkan. Tujuannya, menggenjot masuknya modal asing ke Indonesia.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, lima poin dalam draf DNI yang semula dibahas alot kini sudah menemukan titik temunya. ”Intinya, revisi DNI ini tidak restriktif (membatasi),” ujarnya setelah rapat koordinasi membahas DNI di Kantor Menko Perekonomian kemarin (19/2).

Menurut Hatta, selain lebih longgar untuk investasi asing, revisi aturan DNI lebih simpel atau sederhana, terutama dalam pengelompokan daftar per sektoral. ”Revisi DNI ini diharapkan bisa meng-encourage (mendorong, Red) investasi,” katanya.

Hatta menyebutkan, lima poin DNI yang baru saja diselesaikan adalah sektor kesehatan, pertanian, telekomunikasi informatika (kominfo), jasa sekuriti, dan aturan right issue saham perusahaan yang bidang usahanya masuk sektor yang dikategorikan DNI.

Untuk sektor kesehatan, kata Hatta, porsi kepemilikan asing dinaikkan dari sebelumnya hanya boleh memiliki 49 persen menjadi 67 persen saham. Adapun untuk sektor usaha tanaman pangan pokok yang sebelumnya belum diatur, kini ditetapkan kepemilikan asing maksimal 49 persen.

Sedangkan untuk sektor kominfo, khususnya usaha menara pemancar seluler, usul sementara dari PT Telkom adalah 100 persen harus industri nasional sehingga tertutup bagi perusahaan asing. Untuk usaha jasa keamanan, Polri mengusulkan mayoritas harus dikuasai pemegang saham domestik. ”Adapun aturan right issue akan dibahas lagi bersama Bapepam-LK,” jelasnya.

baca Lengkap : DOC /PDF

Data Series : http://jihadi.staff.umm.ac.id/?p=3109